Rabu, 25 Disember 2013

Letakkan Di Mana Hatiku..


Hati..
cenderungnya menurut bisikan nafsu
detik dan kehidupan yang di lalui sentiasa menyesatkan
sifatnya angkuh berlari dalam diri
umpama darah merah yang mengalir
duri yang menyusuk seketul daging
menghasut dan mendorong kepada kemaksiatan.

apabila syaitan menguasai kita,mereka dan semua
ia hadir di sisi antaranya
jadilah kita lupa kepada Allah
tatkala itu tewaslah hati
terpadamlah cahaya kebenaran
mati dan keraslah ia bagai batu jalanan.

ruginya hidup ini
bila cinta melebihi kehidupan dunia
akan sia-sialah bila panjangnya angan-angan
cintakan kenikmatan dan kelapangan
megah dengan kekayaan sendiri
rendah pandangan terhadap insan lain
meskipun berkali Allah ingatkan
berhasad dengki riak takabur
materialistik mematri kemewahan segala.

Ya Rabbi..
perbaikilah pendengaran,penglihatan,pertuturan
akal.emosi,roh dan jasad seluruhnya
fahamilah hati-hati kepada pengabdian diri kepadaMu
harta,status yang di anugerah ini
agar di manfaarkan demi kebaikan iman

jangan biarkan titik hitam tercalit di hati ini
akan gelaplah segala kebenaran
bukalah hijab yang menutupi
jadikanlah kami muslim yang benar mukmin
mudah-mudahan kami antara yang bersyukur dengan limpahan kurniaMu
sesungguhnya rahmat keampunanMu begitu luas
sentiasa hati kami kepadaMu
Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang
Amin.....

dr. marlina osman.
dec.26.2013,11.24am.
jab. imgresen malaysia - dec. 16.2013.


Rabu, 10 Julai 2013

Senja Yang Luka.


I

Suatu senja
tujuh musim berarak
dalam kepedihan rasa
sekuntum mawar gugur
keribaan
lalu menyapa daku
dalam kasih
mengelus-ngelus hatiku
dalam setia.

Lewat senja
tujuh musim berarak
surat birumu
surat biruku
saling bercanda
melunak nada bicara
mengusap tawa riangmu
seindah rasa
mengusik rojak hibamu
dalam rindu.

II

Senja-senja lewat
mawarmu layu di pangkuan
(entah mengapa, entah kenapa )
lalu surat biru mu carik
membalut senja nan luka
tinggallah sebuah kenangan.

III

Suatu senja
tujuh musim kini
dalam mimpiku
kau menyapa daku
dan mawar di wajahmu
segar
kemilau embun pagi
melupa senja nan luka.

Dalam senja-senja begini
tak siapa tahu
tak siapa akan tau
mawar mu pernah gugur
longlai dan kering
tiba-tiba,ya,tiba-tiba
kembali kembang
seperti ia tak akan layu-layu
di ribaku.....

Kuala Lumpur,
may 2nd., 1972, - Shamsuddin Jaafar.

 2.ramadhan.1434h. / 11.july.2013.

                                          Tasman Lakes 17 - myalbum

Rabu, 19 Jun 2013

Nelayan

Ditepi pantai berjompak,
Dengan angin mendesir berlagu baru,
Batu-batu karang di lautan tersergam,
Penghuni segara yang tak luntur-luntur.

Dalam pagi-pagi nian,
Terdengar irama kayuh nelayan,
Berkechimpung di air dalam membiru,
Penuh lagu sedih sayu.

Walau tegas jasad melandai segara,
Dalam biduk kechil selebar upih,
Namun derita tak kunjung reda,
Dalam desakan hidup merintih.

Dengan kail bertopeng umpan,
Menchari rezeki sepanjang lautan,
Entah pabila hasrat nelayan,
Murah makmur dalam penghidupan..

Sajak - Usman Awang, Bintang-bintang Mengerlip, 1949-1956.
june 20.2013, tq.

Isnin, 17 Jun 2013

Pantun Pembuka Kata

Dari mana terbangnya merbah
Dari sawah hinggap di padi
Hari pertama saya bermadah
Semuga terhibur duka dihati.

Anak ikan berenang-renang
Mati seekor disengat sembilang
Hajat dihati terkenang-kenang
Harapan jauh kini menghilang.

Pucuk pauh delima batu
Anak haruan ditapak tangan
Sungguhpun jauh beribu batu
Hilang di mata di hati jangan.

Hendak gugur gugurlah nangka
Jangan menimpa si dahan pauh
Hendak tidur tidurlah mata
Jangan mengenang orang yang jauh.

Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi.

Bunga teratai kembang sekali
Merah warnanya harum mewangi
Ampun maaf pintaan hati
Semuga ikatan bertaut kembali

 june 18.2013